Dear Leader Boss
Juni 16th, 2011 by muthieIndonesia sedang krisis kepemimpinan, begitu katanya. Kita tidak percaya pada kapabilitas bapak dan ibu yang sedang rapat di gedung DPR sana, mengkritik kebijakan pemerintah, dan bergosip soal boss kita saat makan siang.
Entah bagaimana, belakangan kita begitu sulit menemukan sosok pemimpin yang layak menerima kepercayaan, pengabdian dan kerja keras kita. Mungkin, karena para “pemimpin” ini juga sedang kesulitan menemukan diri mereka. Mereka sedang terbelit-belit diantara sosok pemimpin dan boss.
Bagaimana membedakan pemimpin dan boss? Mudah.
Seorang pemimpin akan membuat kita memberikan lebih dari apa yang diinginkannya. Kita bahkan bersedia melebarkan ruang kapasitas kita untuk memenuhi targetnya, dan tetap tersenyum senang. Mereka begitu menginspirasi dengan kecerdasan dan kapabilitasnya, antusiasme yang tidak pernah padam, pembawaan yang tenang dan selalu bisa diandalkan dan sikap yang selalu positif.
Seorang pemimpin memperlakukan subordinatnya sebagai anggota tim. Ia memberi porsi tanggung jawab yang cukup dan mengakomodasi semua kebutuhan timnya. Ia juga selalu memastikan subordinatnya mendapat pembelajaran baru yang memadai. Seorang pemimpin selalu mencetak pemimpin- pemimpin baru.
Boss? Sebaliknya.
Betapapun mereka membentak, memasang muka galak dan melakukan tindakan intimidatif lainnya, kita tak pernah ingin memuaskan mereka. Semakin sebal mereka, semakin bahagia kita.
Boss selalu berusaha terlihat angkuh dan berkuasa, karena jauh di dalam hati mereka, mereka tak yakin atas penghormatan yang diberikan bawahannya untuk mereka. Mereka bertanya- tanya sendiri mengapa mereka belum juga mendapatkan penghargaan yang mereka inginkan.
Seseorang menjadi ‘boss’ dan bukannya ‘pemimpin’ karena mereka tak berhasil memperbaiki satu atau lebih kekurangan yang mereka miliki. Mereka mungkin kurang menguasai bidangnya sehingga bekerja tanpa arah dan terlampau mengandalkan subordinatnya untuk mengerjakan semua tanggung jawabnya. Mereka mungkin kurang memiliki kepekaan emosional untuk dapat mengenali kebutuhan subordinatnya dan memotivasi mereka. Mereka mungkin kurang dewasa secara emosional sehingga tidak bisa menjaga antusiasmenya sendiri, atau kerap menunjukan ekspresi yang lemah dan tidak bisa diandalkan. Boss Anda punya semua kekurangan itu? Tell him to go to hell.
Menjadi pemimpin selalu lebih menguntungkan; selain karena lebih dicintai, pemimpin akan selalu mendapatkan hasil kerja yang memuaskan. Timnya bersedia memberikan hati, pemikiran dan kerja keras terbaik mereka untuknya. All credits? Fall for him, for sure.
Sedangkan boss? Hmm,, jangan terlalu banyak berharap, teman. Kemungkinannya hanya dua; hasil kerja yang berantakan dan semua orang membenci Anda, atau hasil kerja yang memuaskan dan semua orang lebih membenci Anda.
Cheerio!




































